Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata ‘nation’ (Inggris) yang berarti bangsa.

wa STOVIA (Sekolah Kedokteran Jawa di Jakarta) yang dipelopori dr.
Soetomo, dr. Wahidin Soedirohoesodo, dr. Tjipto
Mangoenkoesoemo, dr. Goenawan Mangoenkoesoemo, dan lain-lain.
Keanggotaan organisasi hanya meliputi suku Jawa dan Madura kemudian
ditambah Bali karena dianggap mempunyai kebudayaan yang sama.
Keanggotaan hanya meliputi kaum bangsawan/elit saja. Organisasi Boedi
Oetomo ditetapkan sebagai organisasi modern pertama di Indonesia dan
merupakan tonggak awal kebangkitan nasional Indonesia. Suatu keputusan
politik pemerintah RI yang masih menimbulkan perdebatan di kalangan
bangsa Indonesia karena organisasi ini sebenarnya mendukung penjajahan
Belanda, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak
nasionalis, ( anggotanya hanya orang Jawa, Madura, dan Bali), anti agama
bahkan tidak ikut serta mengantarkan kemerdekaan Indonesia karena
organisasi BO bubar pada tahun 1935. Pada awal berdirinya Boedi Oetomo
bergerak di bidang pendidikan dan sosial budaya dan baru berpolitik pada
tahun 1915. Boedi Oetomo dalam perjuangannya kemudian melebur dalam
PPPKI (Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan
Indonesia) selanjutnya melebur dalam PBI (Persatuan Bangsa Indonesia)
yang berubah namanya menjadi Parindra (Partai Indonesia Raya). Pada
tahun 1935 Boedi Oetomo secara resmi dibubarkan.